Malamku, Malam mu.
Malam sama, langit sama, mendung sama.
aku sudah di sini, saat ini.
untukmu.
majulah, peluk aku.
biar ada cerita untuk anakmu nanti,
tentang jarak yang tak bisa lagi mengejek,
tentang trotoar jalan poros yang becek.
seolah mendung mengejarku dari Pekanbaru.
tapi bukan.
yang mendung sekarang,
bukan tentang rindu yang lagi tertahan.
pikirmu aku tak tahu?
hujan diam diam di bahuku.
menangislah sepuasmu,
seperti rindu yang tak tahu malu.
seperti malam malam lalu,
masih kamu dengar dari kering bibirku,
bukan speaker handphone seperti dulu,
yang mengeja telingamu.
pelangi pelangi tak terlihat lagi. merah-kuning-hijau yang tersisa cuma lampu-lampu kota menyambut malam, juga traffic light di persimpangan jalan. jalanku menuju jauhmu. pelangi pelangi tak terlihat lagi.

Buat yang lagi ngerjain Tugas Akhir
dari Maulanajodi
(via tytyresty)
Kamu itu bukan pujian dari teman-temanmu.
Kamu itu bukan celaan dari teman-temanmu.
Kamu itu bukan asumsi yang berputar di kepalamu atas pandangan teman-temanmu.
Kamu itu kamu, diam dan merenunglah, bercengkrama dengan dirimu, untuk lebih mengerti bahwa kamu itu kamu.
Kamu itu.. orangtuamu…
Tiktok jam di dinding diam-diam merayap,
datang seekor nyamuk menemani di kamar yang pengap,
menelan rindu dengan kalap.
ditelan rindu yang kalap.
